Saturday, 17 January 2015

Tetap Menantimu



Pandangan pertamaku tertuju pada seorang keyboardist, yang lagi asik bersama keyboardnya. Oh… kenapa tiba-tiba perasaan aku menjadi ga karuan seperti ini? Ada rasa yang tidak aku mengerti. Ah sudahlah, mungkin ini hanya perasaan gila saja. Akhirnya aku mulai focus dengan aktivitasku sendiri sebagai seorang penyanyi (hehehe).
Tapi lagi-lagi pandanganku kembali kepada pria itu. Hatiku mulai berbisisk, “Aku mengaguminya” mataku tak berhenti untuk memandanginya. Oh Tuhan, begitu sempurna ciptaanMu. Hari itu berlalu begitu cepat, aku pun harus berpisah dengan sosok yang kukagumi itu. Hmm… Berharap esok bisa jumpa lagi.
Semenjak pertemuan itu, kebahagiaan ku meningkat :D , tapi kali ini aku harus berpisah lama dengan dia. Huft… haruskah seperti itu? Entahlah…
Dalam diam hatiku bertanya-tanya, dari puluhan penyanyi disana, apakah aku terlihat olehnya..?? (Pesimis)
Sudah menjadi langganan, “Mengagumi tanpa dicintai” ah biarlah.
Pada kesempatan yang lain aku pun kembali berjumpa dengannya. Oh senangnya… saat break latihan dia mendekatiku, Oh Tuhan, jantungku serasa berhenti berdetak… Kenapa ini? Ada apa denganku? Aku berusaha untuk terlihat biasa-biasa saja dihadapannya. Aku ga mau dia tau, kalo aku mengaguminya. Pada saat itu aku dan dia berbincang-bincang, yaa.. ngobrol tentang music githu.. Senangnya luar biasa, hehehe.
Latihan berikutnya, aku lagi asik  fb-an, tiba-tiba dia berada dibelakangku, seraya berkata “Add aku donk!” Saat itu aku kaget, tapi aku selalu berusaha untuk tidak terlihat salah tingkah. Sebisa mungkin untuk terlihat biasa-biasa saja.
Akupun menjawab sapaan dia, “Emang Punya?” hehehe, sontak dia cemberut. Tapi aku coba untuk menyampaikan pesan ke dia, bahwa aku ingin bercanda. Saat itu aku buru-buru untuk mencari akun facebooknya. Alhamdulillah, dengan ini komunikasiku akan berjalan lancar. Mudah-mudahan saja begithu.
Ternyata benar, suatu malam, aku chattingan dengan dia, saat itu aku merasa keanehan terjadi pada dirinya. Dia menyampaikan kalimat seperti ini kepadaku “ Bolehkah aku meminta cinta darimu?” saat itu aku kaget, apakah kalimat ini tulus dari hatinya?. Lagi-lagi aku pengen terlihat biasa saja, akupun menjawab simple “ Aku ga punya cinta” aku tau itu bukan jawaban yang di inginkannya, jujur aku ga tau harus jawab apa. Percakapan itu pun berlanjut, sampai akhirnya dia minta nomor handphone ku, kaget… pastinya. Tanpa pikir panjang, aku kirim nomor handphone ke dia. Kita sudah tukeran nomor handphone, itu tandanya apa? Komunikasiku sama dia bakalan semakin lancar. Asyiiikkkk… malam itu aku bahagia banget, orang yang aku kagumi, sedikit lagi bakalan dekat denganku. Hahaha…
Nomor handphone sudah ada, akun facebook juga sudah ada, tapi aku merasa ragu untuk menghubungi dia, merasa takut. Pokonya rasa itu bercampur aduk.. ah!! Kalo begini tetap saja komunikasiku tidak akan berjalan lancar. Hmmm… nasib-nasib.
*****
Hari ini adalah hari terakhirku berada di tempat itu, tempat dimana aku dan dia dipertemukan. Sedih banget rasanya, dalam pikiranku bercampur aduk, melihat komunikasi yang kurang sempuna, ditambah lagi aku harus meninggalkan tempat ini,  aku merasa, apakah aku dan dia bisa bertemu lagi? Saat itu aku benar-benar takut kehilangan sosok itu. Diakhir acara, dia kembali mendekatiku, tapi pada saat itu kondisinya kurang fit. Aku pun bertanya “Kamu sakit?” Dia menjawab “Iya”. Saat itu aku cemas, ingin selalu didekat dia. Ingin menjaga dia disaat dia sakit seperti itu, tapi pada saat itu aku harus pergi, aku harus menjalani tugasku di tempat lain. Ingin banget berlama-lama di lokasi itu, tapi apalah daya. Dengan berat hati aku meninggalkan dia, tak lupa aku mencium tangannya. Pamitan ke dia. Ingin banget aku bilang ke dia seperti ini “ Kamu jaga diri baik-baik ya” tapi aku malu. Ah biarlah.
Sebulan berlalu, aku kangen banget sama dia. Dia sedang apa ya? Apakah dia merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasa? Hmm MUGKINKAH???
Sekitar 5 bulan berlalu tanpa kabar darinya, akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubunginya, aku menelponnya. Kaget ketika dia bertanya seperti ini “Hallo, ini siapa?” Hah dia sudah lupa denganku? Aku mencoba untuk positif thinking. “Masa kamu lupa?”  sampai akhirnya aku menjelaskan identitasku. Alhamdulillah dia ingat. “Maaf, Handphone ku rusak, semua kontak hilang”.
Semenjak aku menghubungi dia, saat itulah komunikasi kita semakin lancar, baik via Handphone maupun via Facebook. Tiba-tiba tumbuh rasa yang tidak biasa, jauh dari rasa yang aku rasakan sebelumnya, ternyata dia pun begitu, dia merasakan hal yang sama.
Aku ingin banget ketemu sama dia lagi, udah lumayan lama kita tidak bertemu, sulit untuk kita menemukan waktu yang pas untuk bertemu, sampai akhirnya pada awal bulan September 2014, dia datang ke kost-kost an ku, selama kurang lebih 2 jam kita berbincang-bincang. Waktu itu perasaanku sungguh ga karuan, aku bingung mau ngapain, tatapannya padaku sungguh berbeda. Sampai akhirnya aku mengambil sebuah gitar untuk menghilangkan rasa yang aneh ini. Semenjak pertemuan singkat itu, kami pun di izinkan untuk selalu bertemu walaupun cuma sekali seminggu.
Aku merasa nyaman banget saat berada di dekat dia, aku bahagia banget bersama dia. Oh Tuhan, inikah jodoh yang Engkau pilihkan untukku?
Hubungan kita semakin harmonis, sampai-sampai dia membicarakan masa depan, yup’z masa depan kita berdua. Aku kaget kita dia mengajak aku untuk menikah ditahun ini. What? Aku harus bilang apa? Semua diluar perencanaan masa depanku, dimana perencanaan itu, aku harus wisuda dulu, kemudian bekerja. Lagian target aku menikah itu di usiaku yang ke-24 Tahun. Semuanya ku bicarakan dengan dia, aku ga tau, apakah dia mau menerima pernyataan seperti itu. Saat itu terlihat dia sangat murung. Dia pun menceritakan sebuah cerita yang membuat aku hancur. Dia harus segera menikah, orangtua nya sudah mempunyai pilihan untuk dirinya. Ya Allah, apa maksud semua ini???
Saat itu aku ga tau harus berbuat apa, disisi lain aku ga rela melepaskan dia, disisi lain aku belum bisa untuk memenuhi keinginannya.  Aku pun meminta waktu kepadanya kurang lebih 1 ½ tahun lagi, sampai aku benar-benar siap.
Sampai saat sekarang komunikasi kita terputus, dia meminta aku untuk melupakan dia, aku benar-benar ga bisa, sungguh ga bisa. Itu permintaan yang ga mungkin aku kabulkan. Tapi disini aku selalu merindukankan dia, berharap kita kembali bersatu seperti dahulu. Sampai detik ini aku masih menunggu kehadirannya.

Be Continue…..

Thursday, 19 June 2014

Photographer Berhijab



Hi sobat, kenalin namaku Puspita Sari, aku biasa di panggil Ai. Aku punya hobby yang menurutku keren bangetloh, yaitu Photography. Aku seneng banget bisa kenal dengan hobby yang satu ini, hobby yang bisamembuatku mempunyai banyak teman, menciptakan karya-karya yang memanjakan mata. Aku tergabung di PHOTOGRAPHY COMMUNITY OF PADANG. Disana banyak banget photographer cowok, tapi ada juga photographer cewek. Aku senang banget bisa berada disana. Karena disana aku banyak belajar tentang photography.

Oh iya sobat, walaupun aku berhijab, hal itu tidak menutup kemungkinan untuk aku berkarya didunia Photography ini. Karena hijab ini lah aku menjadi photographer yang berkarakter. Hehehe…..

berikut ini, beberapa hasil karyaku. Semoga berkenan ya sobat…..









Saturday, 19 April 2014

Menanti Sang Pangeran



Aku percaya Tuhan, percaya dengan semua yang akan maupun yang telah dilakukan-Nya, termasuk persoalan jodoh, rezeki dan kematian. Saat ini aku mau cerita tentang jodoh. Perjalanan percintaanku selama ini belumlah berakhir baik. Diusiaku yang beranjak remaja, aku sangatlah pendiam dan selalu sulit untuk bersosialisai dengan teman-teman sebayaku. Fisikku yang tidak begitu sempurna seperti halnya teman-temanku yang lain, membuatku minder dan berusaha untuk mengasingkan diri.
Factor lain yang membuatku selalu menyendiri, adalah factor ekonomi orangtuaku. Aku adalah seorang anak Driver AKDP. Hidup yang pas-pasan tidak mampu untuk aku bergaya seperti teman-temanku yang berasal dari keluarga yang mampu. Penampilanku kesekolahpun biasa-biasa saja. Hal itu membuat aku kelihatan biasa saja dihadapan teman-temanku, apalagi dihadapan seseorang yang sudah lama aku taksir. Factor semacam itu membuat aku mengurungkan niat untuk mendekatinya. Aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan saja. Karena aku menyadari, aku tidak pantas menjadi kekasih hatinya.
Di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas akupun mencoba untuk melupakan sosok yang aku kagumi dulu, disini aku ingin mencari seseorang yang mau menerima aku apa adanya. Ternyata perjalanan percintaanku dimasa itu juga tidak berujung baik. Aku hanya menemukan orang yang hanya mempermainkan perasaanku saja. Selama tiga tahun aku bergelut dengan perasaan aneh ini. Perasaan yang seharusnya aku ganti dengan perasaanku kepada orang lain yang lebih serius untuk mencintai aku.
Masa perkuliahanpun datang, selain harapan ilmu yang lebih tinggi aku dapatkan, aku juga berharap bisa mendapatkan sang pujaan hati dimasa itu. Semua tidak semulus layaknya kisah-kisah cinta yang ada disinetron-sinetron. Semuanya hambar. Aku melihat orang-orang yang begitu mudah mendapatkan cinta sejati, sedangkan aku???? Entahlah.
Sekarang aku menanti sebuah harapan, harapan akan adanya cinta sejati. Aku berharap Allah segera menunjukkan kisah cinta yang lama di tunda-Nya dan akan menjadi sebuah Anugerah terindah dalam hidupku.

Friday, 24 January 2014

SEJARAH ILMU INFORMASI




            Pada tahun  1950 muncul istilah sain informasi mencakup pengertian informasi yang dihasilkan oleh berbagai penelitian yang memerlukan pencatatan, pengolahan, penyebaran dan penggunaan informasi tersebut. Inilah awal kebangkitan era informasi society atau masyarakat terinformasi di Amerika Serikat yang berarti tenaga kerja yang bergerak dibidang jasa informasi lebih banyak dari pada yang bekerja di bidang industrial.
            Pada tahun 1959 (akhir  50-an) muncullah matakuliah computer and information science di Moore School of Electrical Engenering University of Fensi Venia.
Menurut Machlup dan Mensvill  ada 4 pengertian utama tentang ilmu informasi.
1.      Setiap disiplin ilmu yang mengkaji informasi sebagai salah satu objek studinya. Pengertian ini mencakup informasi science (ilmu-ilmu informasi). Dalam konteks ini ilmu informasi tidak memerlukan paradigm tunggal. Tidak ada penelitian yang mencakup semuanya. Seperti ilmu informatika, koqnitif, perpustakaan, computer dan lain-lain.
2.      Setiap fenomena yang menyangkut computer sebagai alat informasi atau alat yang menjadi utamanya adalah computer yang terdiri dari perangkat keras dan lunak. Pengertian ini dikenal dengan computer and information science.
3.      Informasi dalam penerapan teknologi baru khususnya teknologi informasi seperti computer yang diterapkan didunia perpustakaan dalam pengadaan, pencatatan dan pengolahan koleksi perpustakaan. Pebngertian ini   dikenal dengan istilah Library and Information Science.
4.      Bidang kajian baru yang merupakan gabungan dari tiga diatas. Dalam konteks ilmu informasi mengkaji pencetusan informasi, pengolahan dan temu kembali informasi atau information.